jump to navigation

Blog Ini Saya Tutup 26 December 2008

Posted by Mardies in Blog.
3 comments

Ahhh… Selesai sudah.

Karena sudah merasa nyaman dengan blog baru saya di http://mardianto.com, maka blog ini secara resmi saya tutup.

———-

Update tanggal 7 November 2012

Blog ini sudah tidak saya urus lagi. Setiap komentar tidak akan saya tanggapi, Segala bentuk tulisan narsis dan katarsis adalah hasil dari keadaan jiwa saya dulu. Sekarang saya telah berubah, dan akan terus berubah ke arah yang lebih baik.

Sementara… 8 July 2008

Posted by Mardies in Blog.
5 comments

Untuk sementara ini kegiatan ngeblog dialihkan ke http://mardianto.com :)

Gara-gara Televisi Sepupuku Nggak Naik Kelas 22 June 2008

Posted by Mardies in Curhat.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
29 comments

Menjengkelkan! Yang dihasilkan televisi sekarang kebanyakan acara-acara sampah saja. Celakanya, sampah-sampah itu dibuang ke dalam kepala para manusia Indonesia yang jumlahnya ratusan juta. Mana yang benar:

  • Manusia Indonesia suka acara sampah, jadi stasiun TV membuat acara sampah
  • Stasiun TV membuat acara sampah dan memaksa manusia Indonesia menyukainya.

Mana yang benar?

Sepupuku ini cewek, 11 tahun, nilai pelajaran dan kecakapannya nggak memenuhi syarat untuk naik ke kelas 6. Yang dia lakukan tiap hari adalah melotot di depan TV. Karena sering di rumah dia jarang main ke rumah teman-temannya. Contoh nyata bahwa TV bisa membuat manusia berkurang keterampilan sosialnya. Acara berita yang dia sukai adalah infotainmen dan berita kriminal. Sampah yang dikemas dalam format berita. Lalu berbagai sinetron yang nggak jelas alurnya, jiplakan, didubbing, menjual mimpi, dst juga membuatnya bengong di depan TV. Malam hari bukanlah waktu buat belajar atau bersosialisasi dengan ortu dan saudara, sebab beberapa acara bikin selebritis instan telah menanti.

Hasilnya, ilmu yang dia serap tiap hari minim sekali. Dia jadi pemalu kalau ketemu orang yang belum dikenal. Kemauan untuk membaca hampir nggak ada. Kalau aku beri dia buku pasti nggak pernah dibaca. Paling yang dia mau cuma baca koran. Itupun jarang banget. Sudah bekali-kali aku katakan padanya untuk pergi main ke rumah teman-temannya. Bahkan aku janjikan uang Rp. 500 untuk satu buku yang dia pinjam di perpustakaan sekolahnya. Tapi usahaku nggak mebuahkan hasil. Pengen marah gimana, lha wong dia bukan anakku. Aku cuma kasihan padanya.

Aku ngeri membayangkan efek TV ini buat perkembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ada acara yang tiap hari mengajak pemirsanya untuk nongkrong. Ah, memangnya apa sih untungnya nongkrong? Sebanding nggak antara untung sama ruginya? Berbagai berita kriminal justru mengajari pemirsanya berbagai macam cara untuk berbuat kriminal. Membuat pemirsanya merasa biasa dengan berbagai peristiwa kriminal yang terjadi di sekitarnya. Infotainment, sinetron dan acara cari selebritis instan membuat pemirsanya berangan-angan agar dia atau anaknya jadi selebritis. Berbagai macam iklan membius masyarakat agar berperilaku konsumtif. Televisi dan operator seluler juga membodohi masyarakat dengan menguras pulsa dengan iming-iming hadiah. Televisi membuat orang malas bekerja dan beribadah. Ngeri kalau Indonesia tercinta ini kehilangan generasi. Atau jangan-jangan hal itu sudah terjadi?

Oleh sebab itu aku jarang (hampir nggak pernah) nonton TV. Meski di rumah ada 3 TV yang ketiga-tiganya ditonton tiap hari. Ada pekerjaan rumah yang lebih menarik dan lebih berguna daripada bengong di depan TV.

Bisnis dan idealisme tampaknya memang bertolak belakang. Tapi kalau kita kreatif, pasti bisa berbisnis tanpa kehilangan idealisme. Coba saja :)

Lagi-lagi Geng Nero 18 June 2008

Posted by Mardies in Iseng.
Tags: , , , , , , ,
5 comments

Luar biasa! Setelah menjadi berita dan pembicaraan di mana-mana, akhirnya Geng Nero di… nanti dulu!

Sekitar seminggu lalu ada ribut-ribut tentang Geng Nero. Karena jarang (hampir gak pernah) nonton TV, aku jadi ketinggalan info. Baru tau berita ini setelah melihat di statistik blog wagu™ ini ada beberapa kata kunci yang menyasarkan para netter ke sini. Padahal aku sama sekali nggak menulis tentang geng cewek ini. Kata Geng Nero masuk ke sini gara-gara feed PAS FM Pati aku pasang di sini.

Tapi aku sama sekali nggak tertarik. Nggak nyari info di internet. Nggak tanya-tanya teman meski banyak teman yang punya videonya. Iseng-iseng lihat tembolok gugel di blognya Nengbiker ketemu halaman ini. Si Neng yang nanya aku via YM kayaknya kecewa. hehehe… I was just ignore it :)

Akhirnya, ini tulisan ini nggak berguna dan nggak jelas. Maka dilarang berkomentar! Jangan tanya aku apa-apa tentang Geng aneh itu. Sebab aku nggak tau apa-apa. Boleh protes kalau judulnya nggak singkron sama isi tulisan :)

Aduh, Kepala Pusing, Badan Meriang :( 8 June 2008

Posted by Mardies in Blog, Curhat, Iseng.
Tags: , , , , , , , , , ,
17 comments

Akhirnya saat itu tiba. Saat yang sangat nggak aku nantikan. Akhirnya kekebalan tubuhku turun drastis. Masuk angin, badan pegal-pegal, pusing. Aku flu berat :(

Ini gara-gara beberapa hari terakhir aku sering keluyuran dari pagi sampai malam. Masih di sekitar Kabupaten Pati sih, tapi lumayan jauh juga. Bukannya sibuk, tapi sok sibuk dan nggak bisa membagi waktu. Huh!

Kalau lagi sakit begini biasanya baru ingat dosa-dosa di masa lalu. Pertama: Nggak memperhatikan pola makan. Kadang dua kali sehari, kadang empat kali sehari. Kedua: Terlalu banyak jajan di luar yang kebersihan dan kandungan bahan tambahan makanannya nggak terjamin. Ketiga: Kalau makan sering nggak berdoa. Keempat: Sering begadang dengan tujuan nggak jelas. Kelima: Kurang bisa mengatur emosi yang ujung-ujungnya stres.

Sudah dulu ah ngeblognya. Mandi dulu ahh… <= Keenam: Sering mandi waktu malam :P

Satu Orang Teman Lagi Meninggalkanku 8 June 2008

Posted by Mardies in Curhat, d3 tkj.
Tags: , , , , , ,
5 comments

Di suatu sore menjelang senja di depan rumahku. Dia menghentikan laju motornya, mengajakku bersalaman, mengucapkan beberapa kalimat dan kemudian pergi. Dia katakan bahwa dia berhenti kuliah untuk bekerja di Pabrik Gula Pakis yang baru dibangun kembali. Setelah itu dia mengucapkan maaf telah punya kesalahan padaku dan berjanji akan memberi kabar. “Ah, nggak ada yang perlu dimaafkan kawan,” begitu pikirku.

Dia adalah Mohamad Idul Arifin yang kukenal suka membantuku. Yang paling aku sukai padanya adalah kemauan dan semangatnya untuk belajar komputer dan internet. Jadi, pekerjaan sebagai penjaga warnet PAS.net yang dia jalani selama beberapa minggu aku pikir sangat cocok baginya.

Rasanya berat berpisah dengan Arifin, begitu aku biasa memanggilnya. Dia lebih memilih pekerjaan daripada kuliah gratisnya. Tapi aku menghargai pendapatnya dan mendukung pilihannya. Bekerja di luar kota (Tayu) pasti menambah banyak pengalaman untuk pemuda seusianya. Dia akan mendapat banyak teman baru yang akan mempermudah kehidupannya kelak.

Sebelum Arifin yang keluar di semester tiga ini, ada satu orang anak TKJ lagi yang keluar. Ahmad Taufiq namanya. Seperti Arifin, dia keluar karena masalah ekonomi. Cuman nasib Taufiq lebih menyedihkan. Dia tergolong mahasiswa TKJ “Mandiri” yang berarti harus membiayai kuliah sendiri, tanpa beasiswa. Pontang-panting Taufiq bekerja untuk membiayai kuliahnya. Dia tidak ingin membebani orang tuanya. Malangnya, di akhir semester satu ayahnya sakit. Dia putuskan untuk berhenti kuliah dan merantau ke Jakarta.

Semoga Allah melimpahkan kasih-Nya kepara Arifin dan Taufiq. Semoga formasi TKJ Pati angkatan 2007 yang kini tinggal 41 orang bisa tetap 41 orang sampai lulus nanti. Amin.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.