Pidato Bung Tomo yang Bikin Merinding 10 November 2007
Posted by Mardies in Curhat.Tags: Curhat, merdeka, pahlawan, surabaya
trackback
Tadi iseng-iseng aku mendengarkan siaran radio. Sebelumnya hampir nggak pernah (sengaja) dengar. Nah, pas di frekuensi MW (bukan FM, lho) 1170 kHz, terdengar pidato Bung Tomo yang berapi-api.
Orasinya kurang lebih begini:
Saudara-saudara rakyat Surabaya.
Bersiaplah! Keadaan genting.
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak.
Baru kalau kita ditembak.
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka.
Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap.
Merdeka atau mati.
Dan kita yakin, Saudara-saudara.
Akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah Saudara-saudara!
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!
Dengan pidato yang menggebu-gebu dan back sound lagu Gugur Bunga, hatiku bisa tersentuh (padahal biasanya enggak). Bahkan sampai merinding. Biar kamu tau, aku nggak suka dan nggak bisa menikmati lagu. Tapi yang ini lain.
Baru ingat kalo hari ini 10 November. Hari pahlawan. Aduh, merasa nggak enak rasanya. Mereka berjuang mati-matian (bahkan sampai mati beneran), eh, aku enak-enaknya santai-santai. Kok nggak kepikiran berjuang (dengan cara lain, tentunya) meneruskan cita-cita mereka.
Cita-cita mereka dulu, pasti pengen bangsa kita merdeka. Memang pengertian merdeka dulu dengan sekarang lain. Dulu pastinya pengen lepas dari penjajah. Kalau itu maksudnya, tentu sekarang sudah bisa disebut merdeka. Tapi apa benar-benar sudah merdeka?
Aku merasa belum merdeka dari belenggu kebodohan, kemalasan dan pola pikir negatif lainnya. Nah, karena sudah mulai (agak) sadar. Sekarang: bergerak!
Tambahan: Nggak ada








BERGERAK!!
maju tak gentar…
merdeka merdeka
Bung Tomo Masih hidup sekarang, hidupnya sederhana
Mas gedubrak memang bener2 GEDUBRAK!!dan ASBUN! hehehe. FYI, Bung Tomo meninggal di Mekkah sekitar tahun 80-an dan dikuburkan di makam umum ngagel Surabaya.
jancok,metuwek Gedubrak,
Bung Tomo bukan Higlander cak,mudah2n beliau Syahid.amin
hebatnya…
salut indonesia masih punya orang yg nasionalismenya tinggi,
smpe tau pidatonya bung tomo.
subhanallah… dengerin pidatonya saya serasa ada di sana, rasanya ingin kembali ke jaman beliau untuk ikut berjuang. semoga Allah SWT membalas jasa2nya dan mengumpulkannya bersama para syuhada kelak di akherat
berkunjunglah ke museum tugu pahlawan di kompleks tugu pahlawan kota Surabaya, dan dengarkanlah cuplikan pidato bung karno di museum itu.
anda pasti akan bangga, punya seorang tokoh seperti bung tomo, yang baru diakui sebagai pahlawan nasional setelah 27 tahun diusulkan oleh arek-arek suroboyo….
selamat memeringati hari pahlawan……………;) salam kenal
Allahu Akbar! Insya Allah Bung Tomo syahid, beliau adalah salah satu orang yg lurus krn berani menentang pemerintah jika pemerintah tidak benar. Dijaman Sukarno & Suharto beliau sempat di penjara krn terlalu vokal, beliau benar2 ingin lurus di hidupnya tdk silau jabatan. Semoga kita asu2 (arek2 suroboyo) meneladani sifat beliau. Sebenarnya kalo msh hidup pasti beliau akan ngomong: gak oleh gelar pahlawan gak pateken rek! Amin.
Salam merdekaa!!
maaf, sebelumnya saya ga ijin, tapi saya copy pidatonya Bung Tomo, boleh ya…trims
bravo indonesia!!!!!!!!!!!
Heh.. Ojo kakean omong.. Be the next Sutomo!!! Allohu Akbar..! Allohu Akbar..! Allohu Akbar..!
bung tomo “the lion of surabaya” smangatnya bikin arek2 suroboyo smakin membakar
MERDEKA……MERDEKA… MERDEKA……
AMERIKA KITA GILAS..
ENGGRIS.. KITA LINGIS….
BELANDA KITA TENDANG…..
INI DADAKU MANA DADAMU…..
(PIDATO BUNGKARNO…)
aku orang palembang. tapi aku begitu bangga dengan Bung Tomo. aku bangga dengan seluruh pejuang yang telah berjuang di Surabaya. Teman2 sekalian ada baiknya anda membaca buku “Pertempuran 10 November 1945″ karya asli Bung Tomo. Di dlm nya ada bonus pidato asli Bung Tomo. Buku itu merupakan kesaksian sang orator. Kita yg muda2 malu kalo sdh baca buku itu. Bayangkan, pemuda2 dr seluruh Indonesia datang ke Surabaya utk berjuang menghentikan penjajah. Semua pemuda Indonesia bersatu. Dan darah mereka pun tumpah bersama di tanah Surabaya. Semua demi Indonesia. Lalu bagaimana dgn kita sekarang yg hanya ingin enak sendiri???
aLLaHu akBar..aLLaHu akBar..aLLaHu akBar..!!
saya bangga sama bung tomo..
perjuangannya begitu sangat besar dan berani melawan penjajah..
sekali lagi aLLaHu akBar..!!!
MERDEKA….
Aku ulang tahun di tanggal 10 november,,,,
so apapun yg terjadi, semangat kepahlawan bung tomo harus ada selalu di dalam nadi ku…
MERDEKA
Aneh Bin Ajaib !!!!
hanya itu yang dapat saya katakan, hanya di negri dongeng saja pemimpin – pemimpim yang nyata-nyata yang sangat layak mendapat gelar “pahlawan besar” besar bagi ngeri ini diabaikan begitu lama apalagi para pahlawan-pahlawan tanpa nama lainnya,
woi . . ..”pemimpin-pemimpin” negeri ini . . mereka g butuh gelar atau apapun juga hanya satu harapah mereka yakni bangsa ini terbebas dari belenggu penjajahan itu aja kok
“Berikan aku sepuluh orang tua, maka akan ku cabut urat semerunya…
Berikan aku seorang pemuda, maka akan ku goncangkan dunia!!!!” (Soekarno)
Saatnya yang muda yang bekerja!!! Mana kontribusi real pemuda??? Saatnya kita untuk meneruskan perjuangan itu,,,, Kenapa? YAP, KARENA KITA ADALAH PEMUDA!!!
Will you do it???
SEMANGKA!!! (Semangat Kawan)
maksih yach
kasiaan bug tomoo..
baruu di beri gelar taunn lalu..
akku memang bruu mendlami kisaa.x bru.bru inn krenaa adda tugass sejara. wkwkwk..
ehh, spa sii ygg puxa blog inn?
akku acungin jmpoll dhh..
BERIKAN LAH AKU 10 PEMUDA YG BERKOBAR HATI NYA AKU AKAN MENGGEMPARKAN DUNIA..!!!!
ada juga cerita bagus pertempuran surabaya di http://www.goodnewsfromindonesia.org, judulnya,…the day when surabaya sky was red