Waspadalah! Valentine Itu Cuma Tipuan Pebisnis 13 February 2008
Posted by Mardies in Bisnis, Curhat, Dunia Lain.Tags: belanja, Bisnis, budaya, cinta, gaul, hari valentine, kristen, Pemuda, penipuan, percintaan, remaja, romance, romawi, santo, tren, trik, valentine, yunani
trackback
Tadi habis browsing ke Wikipedia Bahasa Indonesia dan Wikipedia Bahasa Inggris.
Dari dulu aku nggak begitu suka sama yang namanya hari Valentine. Dari namanya aja terkesan kebarat-baratan. Hari Ibu aja nggak diperingati, apalagi hari Valentine. Harinya Santo Valentinus. Berarti harinya orang Kristen, dong. Eits, bukannya Aku anti kristen, lho.
Dari dua Wikipedia tadi, aku jadi tau kalo awal mula hari Valentine adalah dari budaya Yunani dan Romawi. Dulu pertengahan Februari adalah hari raya untuk percintaan dan kesuburan. Kemudian hari raya ini dihubungkan dengan hari raya percintaan. Belum jelas juga siapa sebenarnya Santo Valentinus dan apa hubungannya dengan percintaan. Semua hanya sebatas “katanya.”
Tradisi hari Valentine di Amerika Utara kemungkinan berasal dari Inggris. Dari Amerika Utara, tradisi ini menyebar ke seluruh dunia. Di Abad ke-19, kartu valentine mulai diproduksi massal. Mulai abad ke-20, momen Valentine sudah menjadi ajang bisnis baru yang sangat menguntungkan.
Hari ini cenderung membuat masyarakat (terutama kaum muda) menjadi konsumtif. Budaya ini menyedot isi dompet kita. Toko-toko, TV, majalah, radio dsb membuat acara-acara yang semakin membuat kita “menyetujui” hari Valentine. Waspadalah! Itu cuma rayuan para pebisnis.
Nggak usah takut dicap nggak gaul hanya gara-gara nggak merayakan Valentine. Asal punya prinsip, sedikit banyak orang akan respek kepada kita.
Sebenarnya tulisan ini hanya uneg-unegku saja. Aku nggak setuju jika teman-teman mau saja mengikuti tren tanpa mengetahui asal-usulnya.
Referensi didapat dari sini:
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine
http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine’s_Day









Wah, bagi saya setiap hari adalah hari kasih sayang, Jadi gak perlu repot beliin coklat dan barang-barang buat yang tersayang besok.

Salam kenal Bang!
anda mengatakan rayuan para pebisnis….
sekarang akan saya BUKA PIKIRAN ANDA…
bayangkan ada seseorang yang berjualan coklat di pinggir jalan atau ibu ibu yang suda tua berjualan bunga di pinggir jalan…. mereka tidak memikirkan tentang pentingnya hari ini (hari valentine) … yang mereka pikirkan adalah mereka harus bekerja dan mencari uang untuk hidup sehari hari… membiayai sekolah anak anak mereka dan membelikan makanan yang enak yang tidak mereka dapatkan seperti biasanya….
coba anda bayangkan… Tuhan itu Maha Adil… menciptakan sesuatu dan pasti akan berguna untuk Sesuatu yang lainnya….
Sip mas Mardies! Penolakan perayaan Valentine itu juga berkaitan dengan penegakan aqidah.
di sini sih nggak ada perayaan valentine, jadi ya nggak ada rame2 walau masih ada ibeberapa klan coklat dan bunga
mas mardies, akhirnya dapat temen jugak, hiks, saya termasuk orang yang nggak suka pakek valentin-valentinan segala. bagiku, cinta yang tulus itu pernlu diungkapkan dan diekspresikan setiap saat, sepanjang hayak kita. ndak peduli, meski banyak yang bilang “katrok” dan kampungan. *halah*
saya curiga yg empu blog ini jomblo
hua3 kalo saya, mau itu benar / engga. saya bakal / engga merayakan. nahlo bingung kan.
ngeliat komentar d atas saya, kayaknya beneran nih, hehehe.
emank bener kata dikau kalau valentin bisa dibilang strategi bisnis, dan memberi cokelat kan bisa ga cuma valentine, setiap hari juga bisa.
tapi yg ada bahwa adalah, cuek aja lagih! malah enak dapet cokelat gratisan
)
ndak usah resah pak.. biasa saja, la wong saya yang valentine aja gak marah kok… hahahahahahahaha… cek artikel saya…
Kmaren sore aku nang surya baru, biasa shopping dikit & mau loading logistik. TEGAK eh KAGET banget di “Surya Baru” udah bejubel banyak orang. Sialan gara-gara valentine gak jadi belanja.
I Hate Valentine Day
hummmm dari jaman nenek moyang ampe sekarang ndak tau tuh apa yang namanya valentine *weks dasar orang kampung!
Saya juga curiga.
Ah, aku hampir ga keluar duit apa-apa tiap tahun.
*wong kalo ndak desain kartu, ya tun ini desain layout*
ya klo coklatnya mampir ke t4ku sih ndak papa lah
eace:
setuju banget! tren cowo metroseksual juga sebenernya siasat kaum bisnis!
Beneran udah browsing di Wikipedia, kan di situ udah di jelasin asal muasal hari Valentine. Coba search di Google asal muasalnya, pasti dapet.
Sekedar informasi, julukan Santo/Santa itu buat yang beragama Katolik, secara beda kali ma Kristen ^o^
Tadi nonton TV ga, tradisi hari kasih sayang dari India sampe Iran aja di rayain, ga setuju aja kalo di bilang kebarat-baratan.
Lagian masalah bisnis, ga ada yang dipaksa ataupun memaksa, kalau ada yang dapet keuntungan itu udah rejeki mereka. Kalo ada yang buang duit, itu hak mereka. Gitu aja kok reposs ^o^
Kalo aku siey ga spesial-spesial banget di hari kasih sayang ini, cuma bikin coklat sama makan malam, kalo soal mesra itu sudah tiap hari hohoho ^o^
@Abied
Yak, nggak ada yang spesial pada 14 Februari
@alfaroby
Ibuku pedagang. Dapat untung juga. Yang disayangkan adalah budaya meniru tanpa tau asal usulnya. Yang ini kemudian dijadikan trik marketing. Ini yang nggak aku suka.
@intiep
Setuju. Aku sebagai orang Islam nggak mau memperingati Santo Valentinus.
@Elys Welt
Tuh, orang Jerman aja nggak sembarang ngikut budaya Amrik.
@Sawali Tuhusetya
Kasih sayang kenapa mesti nunggu setahun?
@didut &Goenawan Lee
Jomblo adalah HAM
Yee ketauan dari milis. Ternyata Mas Adi masuk kategori “jeruk bosok” aliyas jomblo. Sesama jomblo dilarang saling mencurigai.
@lutung (awesome)
Sama. Mardies juga sukanya yang gratisan
@gempur
Yak. Meluncur ke TKP…
@BlothonK
Tokonya pasti untung banyak
@LieZMaya
Kampung Maya?
@dobelden
*speechless..*
@ridu
Sekarang jamannya bersiasat atau disiasati
@LiSan Skywalker
Menurut Mardies, yang namanya Katholik, Protestan, Advent, Pantekosta tetap Kristen.
Tuh, India sama Iran juga ngikut kebarat-baratan.
Secara halus, rayuan marketing bisa memaksa, lho.
minta pemerintah! ditetapkan hari blogger nasional pake kepres….
terus libur sehari dan semua ISP mengGRATISkan biaya koneksi selama 24 jam….
Kalo menurut, q sech ga ngaruh mau valentine kek mau enggak kek,itu sama aja, cz kmrn q cuma kasih ucpan ja pas valentine, ga ngash coklat segala, kan biar lebih irit gitzu, maklum masih sekolah, jadi masih nodong sama ortu.
GBU All.
kalo yg dirayain di hotel2x, bagi aku sih buang2x duit aja untunk datang. nah, itu memang hotelnya yg mikirin untung doank, bukan kasih sayangnya.
tapi kalo ngasi bunga atau cokelat, boleh douoooonkk…sekalian ber quality time ama suami ehem
Not against but not into Valentine also..just wanna say let’s celebrate love..
mamie gak anti, gak juga mendukung..
masing masing hak orang untuk memilih mana yang bisa diikutinya.
yang penting khan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan itu.
Misalnya dengan memberi coklat, atau apapun, dihari valentine atau bukan
selama itu memberikan kebahagian bagi yang memberi dan diberi mamie pikir sah sah saja. It’s about share.. berbagi..kepada orang2 disekitar kita
*sekedar berbagi pandangan tentang posting ini* ^^ salam kenal
Saya termasuk orang yang tidak setuju dengan Valentine Day’s atau hari valentine, apalagi saya seorang muslim.
Saya prihatin dengan kaum muda Indonesia pada umumnya dan khususnya anak-anak muda di Pati. Pada umumnya mereka tidak tahu bagaiman sebenarnya sejarah sehingga menjadi hari valentine.
Lebih parahnya lagi mereka kaum muda salah dalam menterjemahkan kata “kasih sayang” itu. Karena mereka tidak tahu sejarah yang sebenarnya itu tadi. Mereka cenderung menyalah artikan sebagai kasih sayang antara laki-laki dan perempuan yang pada akhirnya bisa mengarah kepada tindakan sex bebas.
Saya pernah membaca di bungkus bekas roti, bahwa hari valietine adalah hari dibunuhnya Santo Valentinus.
Untuk lebih jelasnya, Saya cuma bisa menyarankan kepada kaum muda, coba cari dan baca bagaimana sejarahnya dulu, setelah itu renungi dan simpulkan. Jangan seperti pepatah “anut grubyug ora ngerti rembug”. Kasian sekali…