jump to navigation

Hasil Survey Pendakian Argo Piloso 15 May 2008

Posted by Mardies in d3 tkj.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Untuk persiapan acara naik gunung, aku dan Armant melakukan survey lokasi dulu. Tujuannya untuk simulasi waktu tempuh dan pencarian tempat-tempat yang cocok untuk berkemah dan acara lainnya. Survey kami lakukan hari Selasa-Rabu, 13-14 Mei 2008. Tulisan ini juga memberi sedikit bocoran tentang keadaan Argo Piloso dan sekitarnya.

Dengan motor perjuangan™, kami berangkat dari rumah jam 10.47 dan tiba di Colo jam 11.50. Jadi perkiraan waktu Pati-Colo satu jam (kami sempat mampir di Ngagul). Kami menuju air terjun Montel melalui jalur sungai di bawah. Ini untuk menghindari loket yang tarifnya Rp. 5000 tiap kepala. Perkiraan waktu dari awal sungai ke Montel setengah jam jika tanpa istirahat, sebab medannya cukup mudah. Tiba di air terjun Montel jam 12.54. Kami beristirahat sambil menikmati keindahan air terjun yang tingginya antara 40-50 meter. Sayang sekali di sekitar air terjun banyak sampah berserakan :( . Selain itu di tempat ini juga banyak orang pacaran. Jojoba seperti kami tentu gerah melihat pemandangan ini :) . Jangan-jangan kalau malam tempat ini dijadikan untuk… ah, sudahlah.

Puas beristirahat dan menikmati air terjun, kami melanjutkan perjalanan jam 13.31. Jalan menuju Rejenu sekarang sudah dibeton. Jam 14.00 kami tiba di Rejenu yang mempunyai air tiga rasa. Di sana kami beristirahat cukup lama. Makan perbekalan dan mengisi air untuk kebutuhan hidup.

Empat puluh menit kemudian atau jam 14.40, pendakian yang sesungguhnya dimulai. Jalur menuju puncak melewati kerimbunan hutan. Capek sudah pasti. Kalau capek kami istirahat, mengatur nafas, memijat kaki, makan-minum sambil menikmati suasana hutan. Indahnya pemandangan dan suara hutan mendamaikan hati. Nggak usah tergesa-gesa.

Ada yang aneh pada ± 50 meter sebelum puncak. Di sana ada pohon-pohon pisang yang sepertinya ditanam manusia. Berada di dalamnya serasa di kebun, bukan di puncak gunung. Setelah beristirahat beberapa kali, akhirnya perjuangan kami terbayarkan. Jam 17.01 kami berhasil mencapai puncak Argo Piloso. Berarti dari Rejenu ke puncak memakan waktu 2 jam 21 menit. Waktu tempuhnya lebih singkat daripada ke puncak Termulus kemarin.

Waktu itu cuaca cerah, tanpa kabut. Di sana nggak ada satu pohon pun. Yang ada hanyalah tanaman kecil-kecil. Jadi tanpa halangan kami bisa melihat puncak Sapto Renggo, Termulus, Atas Angin, Argo Jombangan, dll. Menikmati pemandangan sambil menyruput kopi sangat menyenangkan. Malamnya terlihat kelap-kelip lampu rumah dan jalan di Kudus dan Pati. Indah sekali. Segala puji bagi Allah yang maha indah dan mencintai keindahan.

Oh iya, sebenarnya sebelum kami, sekitar jam 15.00, sudah ada yang sampai puncak duluan. Seorang teman lama, judulnya Samsul. Keren! Muncak sendirian. Karena banyak bergerak, fotonya jadi mirip penampakan :)

Sayang sekali nggak bisa menikmati indahnya matahari terbenam. Matahari sedang tertutup awan. Selain itu juga tertutup siluet sesuatu yang aneh berbentuk seperti kepala manusia.

Armant membuat tenda dari dua lembar ponco yang diikat tali rafia, ditegakkan dengan ranting dan ditindih batu. Untuk jaga-jaga kalau ada hujan. Awalnya aku dan Samsul nggak yakin kalau bakal turun hujan. Cuaca waktu itu cerah sekali. Tapi yang namanya cuaca gunung memang serba nggak pasti. Benar juga, jam 3.48 pagi mulai turun gerimis yang semakin deras. Meski beberapa kali kemasukan air, tenda darurat kami sangat menolong.

Jam 05.00 hujan mulai berhenti. Kami keluar dari tenda dan disambut kabut yang cukup parah. Dalam jarak 10 meter nggak bisa mengenali wajah yang lain dengan jelas. Sekitar jam 6.00 kami membuat api unggun dari kayu-kayu basah. Memasak air untuk ngopi dan sarapan. Pahlawan dalam soal makanan adalah Armant. Dia membawa cukup banyak makanan yang siap aku habiskan :) . Inilah kompor yang menjadi salah satu penyelamat kami dari bencana kelaparan.

Setelah matahari agak tinggi, kabut mulai hilang. Pemandangan indah kembali bisa disaksikan. Tas, kantong tidur, matras, dll kami keluarkan untuk dijemur.

Kami mulai turun jam 09.35. Samsul memilih turun agak siangan lagi. Kali ini tubuh kami terasa ringan, beda jauh dengan yang kami rasakan waktu mendaki kemarin. Jam 11.14 sampai di pertigaan menuju air 5 rasa. Karena penasaran, kami tuju tempat itu. Sampai di sana 5 menit kemudian.

Kami sampai di Rejenu (air 3 rasa) jam 11.33. Lalu istirahat lagi. Jam 11.53 kami melanjutkan perjalanan, turun, belok kanan untuk mencari goa jepang. Jalur menuju goa jepang melewati sungai berbatu-batu. Kami melompati batu-batu mulai dari yang sebesar bola sepak hingga yang sebesar gajah.

Pencarian goa jepang selama 1 jam 26 menit nggak membuahkan hasil. Akhirnya kami menyerah juga. Kami turun dan sampai di air terjun Montel jam 13.47. Armant mandi di air terjun, aku memasak. Jam 14.36 kami mulai turun lagi.

Mulai pulang jam 14.57 setelah membayar biaya penitipan sepeda motor. Di perjalanan kami sempatkan untuk mampir sebentar di Waduk Gembong.

Perkiraan waktu tempuh jika peserta pendakian lebih dari 25 orang:
Pati-Colo: 1 jam
Sungai-Montel: 40 menit
Montel-Rejenu: 50 menit
Rejenu-Puncak: 4 jam
Waktu lain-lain (cadangan): 1 jam

Beberapa pelajaran/tip yang bisa diambil dari survey kami:

  1. Jangan meremehkan cuaca. Cerah sepanjang hari belum tentu nggak akan ada hujan
  2. Sebaiknya memakai sandal jepit dengan pertimbangan murah dan elastis. Kalau sandal jepit licin, bisa nyeker. Bisa juga pakai sepatu khusus yang cocok buat mendaki
  3. Sandal jepit yang putus bisa diperbaiki dengan tali rafia yang dibuat simpul. Rasanya cukup nyaman dipakai.
  4. Udara di gunung dingin. Usahakan bawa selimut, jaket, kaos kaki dan sarung tangan untuk kenyamanan.
  5. Nggak usah ngoyo. Kalau capek istirahat saja.
  6. Banyak mengeluh capek dsb justru mensugesti kalau kita capek. Jadi kurangi mengeluh dengan ngobrol dengan teman. Asal tetap hati-hati dan nggak kelewatan.
  7. Buat kondisi tubuh seoptimal mungkin sebelum mendaki. Kurangi begadang dan merokok

Semoga acara muncak Minggu-Selasa nanti lebih menyenangkan :)

Comments»

1. mastechno - 15 May 2008

wah sudah sampe duluan disana ya mas!!!!
udah disurvey ya……..
wah aku yang pertama kali comment nech..!!!

2. pras - 15 May 2008

Sial u lek masa mendahului ngomen, ngantri donk!! :evil: Aq nunggu postingan ni tu dah dari sebelom mereka berangkat survai, Tapi ya sudahalah masih bisa jadi no. 2 :D
Wah ajdi ga sabar nich nunggu besok minggu!!
AYO MUNCAK BRO!!!!!! :lol: Hwa…. ha… ha…..

3. Mardies - 15 May 2008

Horeee!

KETIGAX! :mrgreen:

4. blothonk - 15 May 2008

PERHATIAN !!!

Mugo mugo iso gabung dengan kalian semua :D tadi sempet kecelakaan kecil waktu pulang dari surabaya. hehehehe

5. sluman slumun slamet - 16 May 2008

wahhhhh…. bagusss dulu aku bikin ekspedisi di hargo lasem…

6. aNdRa - 16 May 2008

Sekedar usul, biar muncaknya lebih berkesan, gimana kalo sekalian Bebersih Puncak, bersihin sampah2 non-organik yg berserakan, jd sekalian peduli lingkungan gitu. :-D

7. aragorn_lover - 16 May 2008

Waw, dasar pengurus kelas yang semangat. Naek gunung di survey dulu. Baru kali ini aku denger yg seperti itu. Yaps, aku jadi ikutan loh. Kayaknya tambah mantep kalo ngikut kalian. Habis, persiapan super siap sekaleee si…. Ho…ho… aq tak sabar lagi pengen berangkat. Berdasarkan analisis ketoke sangat menyenangkan sekaleee. Hu, aku saya kemecer pengen ndang mangkat…. Make Your Comment Here

8. Asti - 16 May 2008

Wah….enak nie…..tapi…:((

9. memble - 16 May 2008

jadi inget masa muda duluw, weekeekke ….

10. hanggadamai - 16 May 2008

wahhh jadi pengen nanjak lagi …

11. Elfrida - 16 May 2008

Waduh,mas mas, tambah pengen ndang lunga aku. Tapi sayang akhir2 iki aku lagi pemulihan kondisiku. Semoga wae pas muncak q iso fit 100% he he he.
Waduh mas, postingan iki uabote puooll, cz q buka lewat hp. Hik hik hik. Maklum ngirit, cz nek lewat warnet larang. He he he.
Mas, nek besok Sabtu aku gak bisa janji, cz mungkin aku gak bisa mungkin aja bisa, cz biasa lah, ada acra di gereja.
GBU

12. LiSan Skywalker - 19 May 2008

Wah hebat yah, kalo aku orangnya agak ga suka petualangan tapi seneng denger cerita orang berpetualang ^o^

13. Aku Lupa Bahwa Tuhan Itu Ada « Ahmad Mardianto - 26 May 2008

[...] ‘Allah.’ Kata ‘Allah’ terakhir yang berhasil terdeteksi ada pada tulisan pendakian Argo Piloso. Jarangnya aku menulis kata ‘Allah’ sepertinya aku mengesampingkan peran-Nya dalam [...]