jump to navigation

Mengubah Pola Pikir untuk Menyelamatkan Lingkungan 29 May 2008

Posted by Mardies in Blog, Curhat, Dunia Lain.
Tags: , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Artikel ini berasal dari WWF Indonesia. Sudah diedit seperlunya. Semoga bisa membantu memperlambat pemanasan glogal. Nggak usah pakai kata-kata “sebarkan ke teman-teman.” Nanti malah dikira hoax :D

“STOP GLOBAL WARMING!”

Anda Ramah Lingkungan? Hidup cerdas tidak cukup dengan buang sampah di tongnya saja. Ada banyak langkah-langkah kecil yang akan membuat sebuah lompatan besar. Caranya? Mencoba untuk kurangi emisi karbon yang setiap hari kita lepaskan ke atmosfer.

Anda bisa jadi salah satu Climate Heroes yang turut memperlambat laju dampak global warming (pemanasan global) dan climate change (perubahan iklim)!

Mulai dengan tip-tip berikut ini.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

“Hemat listrik, yuk!”
“Buat apa? Kan masih mampu bayar!”

Rata-rata kita baru merasa perlu ketika tagihan membumbung, kan. Pakai listrik seperlunya. Kenapa harus menunggu krisis untuk jadi pengguna yang bijak?

SMART SAVING, SMART LIVING!

Di Rumah, kantor, dan sekolah

  1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (lampu, televisi, komputer, stereo, mesin cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan: saat makan siang, rapat, pulang kantor, dst. Jangan meninggalkannya dalam keadaan stand-by. Mereka masih mengonsumsi listrik!
  2. Beli alat elektronik dengan model paling hemat energi.
  3. Memasak air minum? Didihkan sesuai kebutuhan. Untuk mandi, gunakan pemanas tenaga matahari. Dan, dijaga jangan sampai air mengalir terus menerus.
  4. Bersihkan saringan penghisap debu, termasuk saringan AC. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
  5. Manfaatkan cahaya matahari dan angin yang alami secara optimal di siang hari. Buka jendela lebar-lebar. Nyalakan lampu saat menjelang sore. Jangan lupa lampu diganti dengan lampu hemat energi. Dan, lampu dijaga selalu bersih supaya terang dengan maksimal.
  6. Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya. Isi lemari es secukupnya. Terlalu penuh akan menghalangi sirkulasi udara pendingin. Sama halnya ketika kita memasukkan makanan/minuman panas. Ini akan membuat kulkas bekerja lebih keras.
  7. Atur suhu AC sesuai kebutuhan. Karena semakin dingin suhu semakin banyak energi listrik yang diperlukan.
  8. Gunakan mesin cuci hanya bila cucian Anda banyak. Atau, sesuai kapasitas. Lalu, isi air sesuai petunjuk. Gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami. Mesin cuci yang efisien mampu menghemat air hingga 1.500 liter per tahun. Hemat listrik, hemat air, hemat biaya!
  9. Bersihkan bagian bawah setrika dari kerak/kotoran. Setrika otomatis lebih hemat listrik. Atur setrika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.
  10. Cegah kebocoran air pada kran atau pipa.
  11. Pertimbangkan untuk membeli laptop dibanding desktop atau personal computer karena laptop lebih hemat 5 kali lipat dibanding desktop. Ketika Anda sudah memiliki desktop dianjurkan menggunakan layar monitor LCD dibanding CRT.
  12. Bila perlu, atur “energy audit” secara berkala untuk gedung Anda. Para ahli energi akan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien. Audit ini biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai oleh semua pemakai gedung.

HITUNG SENDIRI PEMAKAIAN LISTRIK ANDA

Biaya listrik = Total kWh (jumlah pemakaian listrik) x lama pemakaian dalam jam x Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan)

Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut www.pln.co.id

Golongan R1 (< 2200 VA), 1 kWh = Rp 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh
Golongan R2 (2200 VA – 6600 VA), 1 kWh = Rp 575,-
Golongan R3 (>2200 VA), 1 kWh = Rp 621,-

Misalnya, untuk sebuah lampu berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap harinya, konsumen di kelompok R1 harus membayar = 0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 9,150,- sebulan.

Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt, konsumen hanya perlu membayar = 0.02 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 1,830,- sebulan.

Ganti Lampu 100 watt dengan lampu 20 Watt untuk pemakaian 10 jam/hari. Coba dihitung:

  • Penghematan energi listrik/bulan:
    (100W-20W) x 10 jam/hari x 30 hari = 2400 Wh = 2,4 kWh
  • Penghematan biaya/bulan:
    • R1 (< 2.200 VA) = rata-rata Rp. 320,- /kWh
      2,4 kWh x Rp. 320,- = Rp. 768,-
    • R2 (2.200 – 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh
      2,4 kWh x Rp 575,- = Rp. 1.380,-
    • Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh
      2,4 kWh x Rp 621,- = Rp.1,490,-
  • Emisi CO2 yang direduksi/bulan:
    Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (1998) = 781.2621 gram/kWh
    2,4 kWh x 781.2621 gr/kWh = 1.875 g = 1,875 kg CO2

Ini baru 1 alat elektronik. Ada berapa alat elektronik di rumah Anda?

GO GREEN!

Dengan berhemat listrik, Anda sudah melakukan satu langkah untuk perubahan. Anda bisa mengubah dunia bila melanjutkannya dengan langkah-langkah lain ini.

Peduli Transportasi

  1. Hindari bepergian dengan pesawat terbang apabila jarak tempuh kurang dari 500 km.
  2. Gunakan sepeda untuk perjalanan pendek, selain hemat energi, itu akan membuat Anda bugar! Gunakan kendaraan umum untuk perjalanan sedang.
  3. Lebih suka pakai mobil? Perhatikan hal-hal ini:
    • Ajak rekan-rekan sejurusan untuk pergi bersama-sama.
    • Beli kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Gunakan bahan bakar bebas timbal.
    • Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik.
    • Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%.
    • Usahakan untuk memanaskan mobil dalam posisi berjalan karena kan lebih cepat panas. Anda hemat bahan bakar.
    • Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat.
    • Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km

Hidup Minimalis alias Efisien

Cara hemat paling efektif adalah pakai seperlunya. Semakin sedikit Anda membeli, semakin sedikit pula Anda menggunakan energi. Sederhana, kan? Bayangkan kalau perubahan gaya hidup simpel ini dilakukan semua orang. Hasilnya tentu saja besar.

  1. Tanam pohon di halaman rumah. Pohon besar dapat menahan angin kencang, panas matahari langsung, dan menyerap karbon. Sebisa mungkin pilih yang sedikit menyerap air.
  2. Batasi penggunaan kertas. Mau nge-print? Cetak bolak balik. Atau, gunakan kertas bekas yang salah satu sisinya masih kosong. Makin banyak kertas atau tisu dipakai, makin banyak pohon ditebang.
  3. Beli sekaligus banyak. Anda tidak membutuhkan bungkus banyak-banyak juga. Lebih sedikit energi? Pasti. “NO PLASTIC BAGS, please!”
  4. Organik? Why not? Selain membunuh hama, pestisida membunuh mikroorganisme yang menahan karbon tetap berada di dalam tanah. Tanah tidak lagi subur secara alami.
  5. Konsumsi makanan lokal. Jika produk makanan ini tak perlu didistribusikan dalam jarak jauh berarti lebih sedikit CO2 yang dikeluarkan dari mobil pengangkutnya.
  6. Beli satu jenis produk, bukan dua atau lebih produk yang sama. Semisal, Anda hanya butuh sepasang sepatu, bukan dua atau tiga pasang sepatu dalam satu waktu.
  7. Sebelum membeli barang, cek apakah terdapat logo daur ulang yang menunjukkan bahwa produk itu dapat didaur ulang.
  8. Buka-buka lemari pakaian Anda. Berapa banyak yang tak terpakai? Pilih dibiarkan saja atau sumbangkan kepada orang lain yang lebih butuh?
  9. Beli produk berkualitas yang tahan lama. Anda akan lebih sedikit membeli barang.
  10. Kreatif dengan barang-barang yang Anda gunakan untuk bekerja, bermain, dan bersenang-senang. Tak perlu membeli produk baru untuk memulai aktivitas. Gunakan yang Anda punya dengan kreatif.

Terakhir, yang paling simpel dan penting, buang sampah pada tempatnya.

Yes, we can make a difference!

Informasi lebih lanjut:
Program Iklim dan Energi
WWF – Indonesia
Kantor Taman A-9 unit A-1
Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950
T: 021 576 10 70
F: 021 576 10 80
climate@wwf.or.id
www.wwf.or.id/climate

About these ads

Comments»

1. alfaroby - 30 May 2008

benar benar postingan yang bagus…
aku sendiri jadi tersadara… berapa banyak energi dan uang yang terbuang sia sia yang kesemuanya itu lewat “aku” saja
tetapi jika dialikan menjadi sangat besar sekali

salam untk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia

2. gajahkurus - 30 May 2008

Tulisan yang mantap, Hidup Minimalis alias Efisien. Nah yang ini patut saya coba, sebab rasanya sekian lama saya merasa terlalu konsumtif

3. sluman slumun slamet - 31 May 2008

aku punya brosurnya…. :D

4. hanggadamai - 1 June 2008

wah ajakan yang bagus banget nih…

5. torasham - 3 June 2008

Bagus nih mas…
thenkyu buat advice nya :D

6. sigid - 13 June 2008

He he, kampanye yang bagus, setuju … :mrgreen:
Cuman saya heran, kok produk daur ulang terkadang dijual lebih mahal yah ,,,,

7. khuers - 20 November 2008

setuju.kita ga boleh terlalu boros.
ayo manfaatkan energy secukupnya…
jangan biarkan energy terbuang sia-sia

8. Musicool - 7 September 2009

Untuk mengurangi pemanasan global, mari kita kurangi CO2, baik dari kendaraan bermotor, listrik, ataupun industri. Saya membaca satu poster di salah satu industri elektronik besar di Bekasi, bahwa “setiap penghematan listrik 1 KWh = pengurangan CO2 sebesar 0,712 Kg”, berarti setiap orang bisa ikut aktif dalam mengurangi pemanasan global, paling tidak dengan menghemat pemakaian listrik setiap bulannya.
Dari manakah penghematan signifikan yang bisa kita dapat? Menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu BUMN di gedung2 komersial, pemakaian mesin pendinginlah (AC, chiller) yang paling besar memakai daya listrik, sekitar 60-70% dari seluruh tagihan listriknya.
Dan tahukah teman2 Mesin pendingin menggunakan Freon (CFC, HFC, HCFC) sbg bahan pendinginnya, didalam freon mengandung Chlor & Fluor. Chlor adalah gas yang merusak lapisan ozon sedangkan Fluor adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca. Global warming potential (GWP) gas Fluor dari freon adalah 510, artinya freon dapat mengakibatkan pemanasan global 510 kali lebih berbahaya dibanding CO2, sedangkan Atsmosfir Life Time (ALT) dari freon adalah 15, artinya freon akan bertahan di atsmosfir selama 15 tahun sebelum akhirnya terurai.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: