jump to navigation

Gara-gara Televisi Sepupuku Nggak Naik Kelas 22 June 2008

Posted by Mardies in Curhat.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
trackback

Menjengkelkan! Yang dihasilkan televisi sekarang kebanyakan acara-acara sampah saja. Celakanya, sampah-sampah itu dibuang ke dalam kepala para manusia Indonesia yang jumlahnya ratusan juta. Mana yang benar:

  • Manusia Indonesia suka acara sampah, jadi stasiun TV membuat acara sampah
  • Stasiun TV membuat acara sampah dan memaksa manusia Indonesia menyukainya.

Mana yang benar?

Sepupuku ini cewek, 11 tahun, nilai pelajaran dan kecakapannya nggak memenuhi syarat untuk naik ke kelas 6. Yang dia lakukan tiap hari adalah melotot di depan TV. Karena sering di rumah dia jarang main ke rumah teman-temannya. Contoh nyata bahwa TV bisa membuat manusia berkurang keterampilan sosialnya. Acara berita yang dia sukai adalah infotainmen dan berita kriminal. Sampah yang dikemas dalam format berita. Lalu berbagai sinetron yang nggak jelas alurnya, jiplakan, didubbing, menjual mimpi, dst juga membuatnya bengong di depan TV. Malam hari bukanlah waktu buat belajar atau bersosialisasi dengan ortu dan saudara, sebab beberapa acara bikin selebritis instan telah menanti.

Hasilnya, ilmu yang dia serap tiap hari minim sekali. Dia jadi pemalu kalau ketemu orang yang belum dikenal. Kemauan untuk membaca hampir nggak ada. Kalau aku beri dia buku pasti nggak pernah dibaca. Paling yang dia mau cuma baca koran. Itupun jarang banget. Sudah bekali-kali aku katakan padanya untuk pergi main ke rumah teman-temannya. Bahkan aku janjikan uang Rp. 500 untuk satu buku yang dia pinjam di perpustakaan sekolahnya. Tapi usahaku nggak mebuahkan hasil. Pengen marah gimana, lha wong dia bukan anakku. Aku cuma kasihan padanya.

Aku ngeri membayangkan efek TV ini buat perkembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ada acara yang tiap hari mengajak pemirsanya untuk nongkrong. Ah, memangnya apa sih untungnya nongkrong? Sebanding nggak antara untung sama ruginya? Berbagai berita kriminal justru mengajari pemirsanya berbagai macam cara untuk berbuat kriminal. Membuat pemirsanya merasa biasa dengan berbagai peristiwa kriminal yang terjadi di sekitarnya. Infotainment, sinetron dan acara cari selebritis instan membuat pemirsanya berangan-angan agar dia atau anaknya jadi selebritis. Berbagai macam iklan membius masyarakat agar berperilaku konsumtif. Televisi dan operator seluler juga membodohi masyarakat dengan menguras pulsa dengan iming-iming hadiah. Televisi membuat orang malas bekerja dan beribadah. Ngeri kalau Indonesia tercinta ini kehilangan generasi. Atau jangan-jangan hal itu sudah terjadi?

Oleh sebab itu aku jarang (hampir nggak pernah) nonton TV. Meski di rumah ada 3 TV yang ketiga-tiganya ditonton tiap hari. Ada pekerjaan rumah yang lebih menarik dan lebih berguna daripada bengong di depan TV.

Bisnis dan idealisme tampaknya memang bertolak belakang. Tapi kalau kita kreatif, pasti bisa berbisnis tanpa kehilangan idealisme. Coba saja :)

Comments»

1. quelopi - 23 June 2008

bisa nonton tipi itu sudah anugrah,

syukur ketika ane un dulu, ane lebih sering nonton tipi ketimbang belajar

Mobil Keluarga terbaik di Indonesia - 15 September 2011

Kejammnya TV dari dulu samapai Sekarang…
Perlu aturan di keluarga

2. blothonk - 23 June 2008

kuwi pancen pekoe botjahe

3. sluman slumun slamet - 23 June 2008

saya paling sbeel lihat sinetron ituh… terus idol-idolan anak-anak… eksploitasi anak bener…
teringat celoteh seorang kawan, lebih mulia nonton JAV daripada nonton sinetron! :D

4. didut - 25 June 2008

memang orang tua hrs berperan aktif dlm hal ini, tanpa oerab edukasi ortu sih bakalan sulit untuk melepas anak dr TV

5. indra kh - 25 June 2008

Neil Postman, dalam bukunya “The Disappearance of Childhood,” pernah menyebutkan tiga karakteristik televisi. Pertama, pesan media ini dapat sampai kepada pemirsanya tanpa memerlukan bimbingan atau petunjuk. Kedua, pesan itu sampai tanpa memerlukan pemikiran. Ketiga, televisi tidak memberikan pemisahan bagi para pemirsanya, artinya siapa saja dapat menyaksikan siaran televisi.

Ketiga karakteristik televisi ini akan berakibat baik bila pesan yang disampaikan adalah pesan-pesan yang baik dan bermoral. Sebaliknya, akan menjadi bahaya besar ketika televisi menyiarkan program-program yang tak berkualitas, seperti yang ada saat ini.

6. Qori - 27 June 2008

pengen jadi tukang pln aja nih,soalnya bisa mutusin listrik ,biar anak anak gak bisa nonton tv

7. hanggadamai - 30 June 2008

diriku amat sangat jarang sekali nonton tipi

8. indrawalls - 1 July 2008

eh mas AMING (hehehe….), ojo salah’ke TV’ne, TV’ne ora iso lapo² kok mbok salah’ke. Kalo si anak ada niat buat pinter pasti belajar, kalo gak niat yo dulinan wae. Kalo mas Aming khan punya niat pengen pinter IT jelas sering ke warnet dot cyber , warnet yoeditha atau maen game di Dot Game. Tapi sekarang udah punya laptop yo belajar di rumah, sambil make internet tetangganya, hehehehe…..hahaha….

NB: ojo lali di approve comment’ku, nek ora tak sunat sampeyan..

9. Goyang Inul kini sopan karena sudah haji? « Manajemen Amal - 3 July 2008

[...] Gara-gara Televisi Sepupuku Nggak Naik Kelas — 8 comments [...]

10. Pujangga - 4 July 2008

Waduh,… nie diposting karna kebetulan karna tugas bahasa inggris kemaren ato mang bener mas????
Wadow…. Bahasa inggris!!!! PUSING…….

11. Mardies - 4 July 2008

@ Pujangga
Deleng tanggal postingane Pras! Kuwi tanggal 22 Juni

@Indrawalls
Wakakakak.. :D

12. Kurniawan - 5 July 2008

Punya TV 3 buah? Minta 1 donk… :-p

13. indo-me - 7 July 2008

wew, cew cakep nggak, kenlin dunk
whehehehe cm becanda kuq

acara TV sekarang memang bobrok n tidak layak untuk di pertontonkan

menurut saya stasiun TV yang layak sekarang adalah hanya 2 staiun aja

14. neehal - 9 July 2008

wah yang namanya anak-anak,yang mbok2 pun nongkrong terus ditipi,gimana anak gak ngikut….kayane kebbiasaan kecil di bawa ampe sekolah tuh..

15. eMo - 14 July 2008

masih mendig tu masih kelas 5, coba klo kls 6 kan ga lulus :p

16. adibs cute - 16 July 2008

wew, tv itu kayak piso! bisa baek bisa juga buruk! tp klu tv2 indo 70 prosen acrana akika benci! ngerusak be ge te! tp kerjaan akika kan pasang parabola jd akika jd tv freaker he he he tapi tunggu tv yg akika tonton kudu berkualitas! emang klu pke terestrial tv2na gk bgus tp klu pke parabola msh buanyak bgt tv2 yg bgus cz dikhususkan ke subjekna! juga bisa bt ngkutin perkembangan negara laen! kan enak tuh! juga ngebantu nilai bhs enggres akika lho? pokoknya maknyus!

17. masbadar - 17 July 2008

saya dulu malah berprestasi gara-gara televisi loh, ya televisi tetangga yg hitam-putih..

18. Kesambet - 16 August 2008

I love TV…. :P

19. aNdRa - 10 September 2008

Kayaknya ortunya yg harus mendisiplinkan anaknya. Dulu jaman aku sekolah, pas awal2 jamannya TV swasta, dirumah ngga dibeliin parabola/antena UHF, meski sbnrnya mampu. Ortu gak nonton TV jg. Akunya dikasih banyak kegiatan luar sekolah yg sifatnya nambah pengetahuan. Seingatku masa SD-SMP aku banyak baca novel. Kalau buku yg menunjang pengetahuan yg baik, hampir selalu dibeliin. Kalau mainan, ngga selalu dibolehin. Prestasi baik2 aja.
Mungkin ortunya ponakanmu harus lebih keras disiplinnya drpd ortu-ku dulu.

20. Andra - 13 September 2008

TV kok disalahin? *sigh*

21. melinskiss - 12 November 2008

setuju! memang adik-adik kita yang paling kena getahnya acara televisi, karna mereka belum bisa menyaring apa yang mereka lihat.

untuk menjawab dilema yang mba kemukakan itu, butuh waktu yang panjang untuk mempelajari dan memahami siapa yang sebenarnya salah. untuk memperbaikinya juga butuh berbagai resources dan waktu, misalnya bikin regulasi bagi televisi untuk menayangkan minimal 10 % program pendidikan (tapi harus entertaining) dari keseluruhan acaranya, kayak yang dilakukan di banyak negara sekarang ini, kaya Amerika, Australia, sama Inggris. Butuh waktu, pasti banyak gejolak, dan lain sebagainya.

Yang bisa kita lakuin ada satu. mungkin butuh bantuan pemerintah juga, tapi walau belum ada realisasinya (padahal udah ada UU-nya yg bahas soal ini), bisa tetep kita lakuin sendiri: Media Literasi atau Melek Media atau Bisa Membaca Media. Kalo dari hari ke hari kita latihan untuk ‘menggosipkan’ proses apa yang ada di balik siaran TV, dan bukan apa isi siaran TV, kita akan sadar bahwa sebenernya kita bisa menguasai TV dan bukan TV yang menguasai kita.

Ini susah banget, butuh proses, tapi ga butuh siapa-siapa untuk direalisasiin. Kalo ada niatan mau ngubah temen2 atau adik2 atau sepupu2 atau anak2 kita nantinya, kayanya ga salah kita meng-equip diri kita sendiri dulu, latihan kritis melihat apa visi dan misi setiap audivideo yang tampil di layar kaca. Syukur-syukur nanti bisa nular ke temen2 sekitar n nantinya ke adik2 dan semuanya.

Semoga aja pemerintah bisa cepet2 bikin regulasi esensi dan kurikulum pelajaran yang berkaitan sama media literacy nantinya..

Hidup Melek Media!

22. melinskiss - 12 November 2008

upss.. kok aku nyapanya mba sih? maaf ya mas.. :(

23. Melisa Sriwulandari - 25 November 2008

TV emang udah eggak layak ditonton lagi…
Tapi sekarang malah jadi ketagihan internetan (blogging)… Lebih mending, lebih parah, apa sama aja ya?

24. Rental Projector Murah - 18 August 2009

karna tayangan televisi banyak yang tiidak mendidik ,untuk pemerintah untu k mengatur lagi acara tv untuk yang lebih mendidik

25. juliette has a gun - 21 December 2009

nggak perlu menyalahkan televisi. televisi disatupaketkan dengan remote control itu ada tujuannya. dimatikan bila tidak perlu.

orangtua yang harus mengendalikan anak dan televisi. bukan sebaliknya.

saya masih ingat ketika saya masih sekolah, orang tua sangat mengatur soal televisi. televisi harus mati saat jam belajar dan baru boleh menyala setelah itu. selepas jam 9 tv juga harus mati.

aturan ini baru lepas setelah saya dan adik-adik kuliah. akan tetapi, pada akhirnya saya dan adik2 juga sudah tidak terlalu tertarik pada acara televisi. paling kami nonton berita, documentary dan kadang-kadang infotainment juga. tapi gak sampai nyandu gitu deh :D

semuanya tergantung orang tua, kok. bukan televisi. :D

26. bau badan - 3 March 2010

kebiasaan..di keluarga kita….mesti di rubah

27. oghello - 14 March 2011

televisi…………
emg banyak yg bs didapat(baik n buruk)dari televisi

28. Mobil Keluarga terbaik di Indonesia - 23 September 2011

Salam kenal mas.. Moga sukses selalu.. kapan ngeblog lagi heheh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: